Posted on

Tips Sederhana Menjadikan Tampilan Linux Mint Jadi Cantik

Linux Mint 2019 Keren

Wow, tanpa terasa saya sudah mencetak rekor baru dalam hal menggunakan software open source. Saya sudah beberapa bulan menggunakan Linux untuk pekerjaan saya sehari-hari!!

Iya posting ini melanjutkan curhatan selanjutnya, dimana saya saat itu baru saja sepekan menggunakan Linux Mint. Nah kali ini saya akan sharing sedikit pengalaman, yang bisa jadi akan membuat kamu nanti juga betah buat beralih ke Linux.

First thing first, pekerjaan saya untuk keseharian sudah cukup terpenuhi dengan menggunakan web browser dan juga Office Suite. Dan kebetulan sudah ada Libre Office juga pilihan berbagai web browser lain yang bisa diinstall manual kalau tidak puas dengan Mozilla Firefox bawaan Linux Mint.

Selebihnya, ini adalah ganjalan bagi saya, saya juga kadang melakukan sedikit graphic editing, sudah saya siasati agar tidak melulu ke Windows dengan menggunakan GIMP sebagai software andalan dalam membuat poster kajian di Masjid Raya Al-Falah Sragen. Cuma ternyata belum bisa maksimal untuk karena font rendering di Linux tidak sebagus di Windows.

Selain itu pekerjaan dan aktivitas saya berjalan normal, editing video/audio masih bisa lah, nonton film lancar jaya karena saya juga sudah terbiasa dengan player open source lain yaitu SMPlayer.

Kenapa Mau Linux Mint Lebih Sexy?

Oke, cerita awal saya ngoprek tampilan ini adalah karena kemarin mencoba-coba live boot ChromeOS. Lalu membaca review tentang Zorin, dulu juga sudah pernah mencoba Enso dan pastinya tak luput dari mengingat yang namanya ElementaryOS.

Chrome OS dan ketiga distro tersebut adalah Linux yang tampilannya tidak bisa diremehkan. Sudah sangat keren dan bisa dibilang tidak kalah dengan Windows bahkan mirip dengan MacOS.

Sebenarnya saya tidak ada masalah untuk berpindah ke Enso misalnya, karena based on Ubuntu juga semisal dengan Linux Mint, cuma agak malas juga nanti install beberapa aplikasi tambahan yang sudah saya install di sini dan juga back up data.

Kalau untuk ChromeOS kemarin masih belum bisa mematikan beberapa shortcut keyboard sih, jadi ya pending saja eksplorasi dengan OS itu.

Custom Themes Jadikan Linux Mint Lebih Keren

Oke, simply put, untuk menjadikan Linux Mint jadi keren, satu hal yang perlu kita lakukan adalah dengan melakukan customisasi themes, kemudian dilajutkan dengan font selection yang lebih up to date.

Dalam hal ini saya menggunakan IBM Plex, salah satu font yang belakangan selalu saya gunakan dalam design saya karena begitu banyak font face yang bisa dipilih. Tampilan desktop saya adalah seperti ini untuk saat ini;

Linux Mint 2019 Keren
Linux Mint 2019 dengan Adapta themes.

Untuk lebih lengkapnya mungkin curhatan saya ini nanti akan saya lampirkan video saja ya, biar lebih mudah di-replikasi juga.

Sekian dan salam produktif dan inspiratif

Tinggalkan Balasan