Posted on

4 Tips Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng Biar Pikiniknya Berkesan

Tips Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng

Berwisata ke dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) merupakan sebuah perjalanan wisata yang akan membawa kamu ke berbagai obyek. Karena ada banyak spot yang mengundang tanda tanya di sana.

Banyak sekali obyek yang bisa di pilih di Negeri Atas Awan ini, mulai dari puncak gunung Sikunir, berbagai kawah, candi, telaga, hingga museum dan berbagai wahana lainnya.

Karena banyaknya spot yang bisa dikunjungi ini, minimal diperlukan 2 hari untuk berlibur ke Dieng. Dan kali ini Kamtify.com akan mengulas beberapa tips sebelum kamu melakukan perjalanan ke sana, karena mungkin kamu tidak punya waktu untuk bisa berada di sana 2 hari penuh bukan?

 

Tentukan Obyek yang Menarik

Tips Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng

Secara natural memang ada spot yang sangat menarik untuk dikunjungi, tapi ada pula beberapa spot yang dibuat menarik walau sebenarnya kurang menarik. Kalau saya pribadi sih, saya lebih suka wisata alam yang dipandang mata membuat tercengang, kagum dengan keindahannya. Jadi kalau candi, museum saya buang saja dari daftar saya.

Minggu lalu saya melihat Puncak Sikunir, Menara Pandang Batu Ratapan Angin, Kawah Sileri, Telaga Warna, Telaga Merdada dan sumur Jalatunda. Tapi untuk telaga warna tidak sempat masuk obyek, cuma melihat dari Batu Pandang Ratapan Angin.

Tidak semua obyek menarik

Dari kunjungan itu saya melihat beberapa obyek tidak lah terlalu menarik, dan agak kurang petunjuk. Misalnya sumur Jalatunda, adalah sumur yang sedalam 100 meter yang tercipta dari kawah gunung berapi. Kalau melihat sumurnya sih jadi ingat film Anaconda yang banyak ular-ular berpesta di salah satu tempat kedalaman itu.

Daya tarik yang disampaikan bapak pemilik homestay yang saya tumpangi malamnya, sumur ini daya tariknya adalah jumlah anak tangga yang jika dihitung jumlahnya bisa beda-beda antara orang satu dengan orang yang lain, antara saat naik dengan saat turun. Nyatanya saya dan teman saya menghitung saat naik sama, saat turun saya hitung lagi juga sama. Untuk acara lempat batu, yang katanya kalau bisa menyebrang tebing lain sumur nanti bisa dikabulkan doanya, saya nggak mencoba, salah kaprah itu mah 😀

Lantas kawah Sileri, kawah terluas di area Dieng. Meski terpampang sebagai sebuah obyek, sangat minim petunjuk jalan buat mendekati kawahnya. Yang ada di dekatnya justru parkiran luas untuk waterpark air hangat, kalau bersama keluarga menarik buat dikunjungi waterpark-nya. Saya dengan teman hanya berdua, cowok semua ya pilih go back saja.

Telaga Madarda juga tidak ada petunjuk untuk turun mendekati telaga atau ada apa di bawah sana ketika sampai di parkirannya, padahal sudah susah-susah jalannya ke sana.

Tidak semua obyek accessible

Agak mirip dengan kawah Sileri yang aksesnya tidak jelas. Saya sebenarnya penasaran dengan Kawah Condrodimuko karena sering mendengar cerita wayang waktu kecil. Kawah tempat Gatotkaca dilempar disana dan berubah menjadi pemuda tampan dan sakti. Setelah beberapa ratus meter memasuki jalan menuju kawah, kami putuskan balik kanan karena jalan aspalnya yang mengelupas berubah terjal dengan batu-batu bongkahan yang keluar. Padahal di depan adalah tanjakan yang tinggi, sedang kawahnya sepertinya ada di balik puncak bukit 🙁

Pilih Waktu Berkunjung yang Tepat

Salah satu pemandangan yang paling membuat penasaran adalah gold sunrise di puncak Sikunir. Karena tampilannya yang sangat memukau. Namun sayangnya, saya datang pada saat yang kurang tepat kemarin, di sana cuaca sedang buruk dengan kabut tebal dan angin kencangnya. Jadi sama sekali tidak bisa melihat sunrise, yang ada matahari sudah sangat tinggi sekitaran jam setengah 7 pagi.

Dari Pak Solehun yang punya homestay, waktu paling tepat untuk ke puncak Sikunir itu antara bulan Januari sama April. Hampir setiap hari di pastikan bisa melihat golden sunrise.

Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng dengan Agenda

Kalau mau mengunjungi setiap obyek tadi, entah menarik atau biasa saja, mungkin lebih bagus dibuat list agenda. Berbekal dengan daftar tempat dan juga maps lokasi, pastinya akan memudahkan kunjungan kamu nanti.

Kalau menurut saya sih lebih baik sampai dieng pagi sekali, tempat pertama adalah telaga warna saat masih sepi. Baru kemudian nanti mengunjungi kawah, candi dan museum, baru ditutup dengan mandi di waterpark air hangat untuk hari pertama.

Lepas dari sana, naik menuju area sekitaran puncak sikunir, menyewa homestay untuk siap-siap ke puncak esoknya. Lebih bagus saat sholat subuh sudah ada di parkiran, jadi setelah subuh bisa langsung naik dengan alokasi waktu satu jam sampai sunrise, sepertinya lebih dari cukup.

Nah lepas dari sana bisa balik ke homestay, mandi dulu lalu berkunjung ke berbagai obyek lain seperti Batu Ratapan Angin dan juga Dieng Plateau Theater sebelum mencari oleh-oleh dan melakukan perjalanan pulang.

Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng diluar Musim Liburan

Kalau bisa memilih waktu untuk berwisata ke Dataran Tinggi Dieng sendiri sih lebih baik memilih waktu diluar musim puncak liburan. Karena pengalaman saya tahun lalu sampai macet waktu sudah berada di sekitaran menara pandang sebelum memasuki area Dieng. Kalau banyak macetnya kan nanti malah tidak bisa enjoy dalam menikmati berbagai obyek yang ada.

Yah, saya rasa cukup itu dulu sharing tentang  kali ini, kalau ada pertanyan boleh disampaikan di kolom komentar. Kalau ada yang mau nambah tips sangat boleh juga. Kalau ada yang mau ngajakin piknik, ayok kapan!! :mrgreen:

Leave a Reply