Posted on

Antara Menjadi Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer, manakah yang lebih baik? Ini adalah tahun pertama saya mengganti identitas saya dari seorang karyawan menjadi seorang blogger, affiliate marketer juga sebagai freelancer. Awalnya dalam benak saya, saya akan lebih condong untuk menjadi blogger dan affiliate marketer saat memutuskan untuk resign. Tapi kejadian demi kejadian yang sudah saya alami 3 bulan kebelakang juga membawa saya untuk menjadi seorang freelancer.

Seperti kebanyakan kita, mungkin banyak yang mengadakan refleksi akhir tahun dan juga resolusi untuk tahun depan mau apa? Walau sudah beberapa tahun tidak melakukan update blog tentang hal ini, beberapa hari belakangan saya merasa perlu untuk me-review apa yang sudah saya lakukan itu.

Karena jujur saya sempat merasa derailed beberapa pekan lalu saat menyadari saya ingin menulis di blog namun tidak ada mood dan gairah menulis lagi. Saat itu saya baru saja sembuh dari sakit (sebenarnya batuk pilek masuk angin saja sih) sementara aktifitas yang saya lakukan sebelumnya adalah freelancing.

Jadi rasanya saya ingin menulis, namun untuk menggapai mood yang biasanya terjangkau begitu dekat, tiba-tiba terasa begitu jauhnya.

Apa resolusi saya di tahun 2017?

Saya tidak akan membagikan apa yang menjadi resolusi saya tahun depan dalam tulisan ini. Pun tidak akan membuat review mendetail dari apa yang saya rasakan selama perjalanan awal saya ini. Saya terlalu remeh untuk menuliskan pengalaman tidak seberapa itu di sini, beda jauh dengan yang dilakukan Mark Zuckerberg dalam membuat Jarvis-nya sendiri.

Lalu apa yang akan saya tuliskan dalam posting ini?

Saya hanya akan membagikan penglaman dari ketiga aktifitas itu, antara blogger, affiliate marketer dan freelancer. Bagaimana ketiganya berbeda dalam hal menghasilkan uang, dan bagaimana ketiganya bisa sesuai dengan kamu jika kamu berencana untuk menjadi pegiat online juga?

Cerita Blogger Kawakan Itu…

Menjadi blogger adalah sebuah aktifitas online yang mengawali saya berkenalan dengan berbagai aktifitas online lainnya. Menjadi blogger berarti menuliskan konten yang menarik, berpeluang mendatangkan banyak pengunjung. Dengan banyak dikunjungi orang bisa menjadikan iklan yang ada di halaman blog di-klik banyak orang.

Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Konsep dasar mencari penghasilan dari blog adalah seperti itu. Google Adsense (iklan pay per lick) adalah salah satu metode umum yang diterapkan para blogger agar blog yang dia kelola menghasilkan.

Susahnya menjadi blogger dengan model monetize seperti ini yaitu mencari pengunjung sebanyak mungkin di tengah pesaingan yang semakin hari semakin ketat saja. Butuh ribuan pengunjung per hari, mungkin di atas sepuluh ribu untuk bisa gajian tiap bulan dengan nominal yang layak dari Google Adsense.

Pengalaman saya paling banyak sehari ada sekitar 2500 pengunjung blog saya, dan saat itu dalam sebulan saya hanya dapat $35. Artinya saya harus meningkatkan jumlah kunjungan saya 3 kali lipat jika ingin dapat cek dari Google dalam sebulan, dengan kurs yang ada, gaji itu pun masih dibawah 1,5 juta.

Jadi masih perlu pengunjung dalam jumlah massive untuk bisa hidup layak dari blogging dengan mengandalkan Google Adsense. Tapi mungkin jika anda mencoba, tidak terlalu sulit juga, jumlah penghasilan dari iklan ini masih bergantung juga dengan pengunjung blog anda dan topik (niche) blog yang kamu kelola. Semakin awam pembaca blog kamu dengan teknologi, semakin besar kemungkinan pendapatannya.

Kesimpulan; Jika kamu butuh uang untuk kelangsungan hidup kamu, dan blog kamu masih sepi pengunjung ini bukan solusi tepat.

Menjadi Affiliate Marketer itu Rasanya…

Satu sisi affiliate marketer sebenarnya adalah ‘turunan’ dari menjadi blogger itu sendiri. Bedanya adalah dengan menjadi affiliate marketer biasanya kita memiliki mitra yang kita bantu menjualkan produknya melalui artikel yang kita tulis. Kita akan memiliki sebuah link khusus dalam merujuk ke website mitra kita, yang menandakan pengunjung itu datang dari kita.

Entah berapa per sen dari total pembelian produk yang dilakukan pembeli nantinya akan menjadi bagian kita. Tergantung dari kesepakatan awal, biasanya para mitra ini menyediakan sebuah halaman yang menjelaskannya sebelum kita mendaftar. Jika kita merasa cocok, dan konten dari blog kita sesuai dengan produk yang dijual mitra, tidak ada salahnya di coba.

Kenapa harus sesuai dengan konten di blog kita? Ya karena dengan menulis artikel yang berkaitan dengan materi blog pembaca nantinya tidak akan merasa kalau kita jualan. Yang sudah saya lakukan di website saya tentang tutorial WordPress pemula, saya menawarkan hosting dari Dewaweb.

Mengajari orang dengan tulisan saya tentang menggunakan WordPress sembari menuliskan tentang layanan hosting yang bagus menurut pengalaman pribadi saya adalah sebuah kecocokan. Karena isi dari website saya yang bagus juga, orang akan merasa nyaman dalam mengikuti saran yang saya sampaikan di artikel. Ada prinsip reciprocity (saling memberi) dalam hal ini.

Jujur, selama ini saya mendapatkan lebih banyak pemasukan dari online dengan metode ini. Asalkan tulisan kita bagus dan produk yang kita tawarkan juga berkualitas, kemungkinan adanya sales akan lebih besar. Dengan jumlah pengunjung per hari di bawah 100 orang saja, dalam blog saya yang berbahasa Inggris dulu saya bisa menghasilkan ratusan dollar dalam setahun. Padahal itu saya lakukan dengan ‘setengah hati’ sebagai sampingan saat saya lebih sibuk sebagai karyawan.

Yang lebih menarik lagi adalah kadang ada mitra yang memberikan komisi berulang. Misalkan ada seseorang membeli produk dari link affiliasi kita pada tahun lalu kita di beri komisi saat dia membayar tahun lalu dan tahun ini saat hostingnya di perpanjang saya dibayar lagi.

Kesimpulan; Saya merasa menjadi affiliate marketer adalah sebuah aktifitas yang menguntungkan. Bisa kita tanpa kerja terjadi sales dan tahu-tahu dapat komisi. Tantangannya adalah menemukan mitra yang bagus dan menghasilkan konten yang berkualitas dan bisa memikat pembaca untuk jadi pembeli.

Menjadi Freelancer adalah Sesuatu

Menjadi Freelancer bisa sangat luas cakupannya. Intinya menjadi freelancer adalah menawarkan sebuah jasa kepada orang yang membutuhkan. Begitu pekerjaan yang mereka minta selesai dan kita deliver, kita akan menerima bayaran.  Sebenarnya dari tadi yang kita bahas bisa sangat luas sih, yang saya tulis sebelumnya hanya contoh dari apa yang sudah saya lakukan.

Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Berbekal pengalaman saya menjadi profesional transcriber Indonesia yang saya lakukan sebelumnya. Dan juga pengalaman mendapat job translate dari teman saya, akhirnya membuka jasa transkrip wawancara dan juga translate dokumen. Baru beberapa bulan yang lalu sih Transkreep.com ini live. Tapi alhamdulillah sudah ada klien kemarin sebelum saya sakit.

Dan dari sana saya merasa kalau menjadi freelancer itu ada rasa kalau kita mendapat penghargaan yang layak dari kemampuan yang kita miliki. Saya bisa paasng tarif sendiri dan saya bisa bernegosiasi dengan calon klien sesuai dengan kehendaki tentang pengerjaan projectnya. Tercipta keadaan seperti karyawan, namun levelnya setara, tidak ada boss dan anak buah. Dan enaknya lagi bayaran juga bisa langsung kita dapatkan beberapa setelah project selesai.

Untuk menjadi freelancer kita memang dituntut untuk memiliki keahlian yang laku dan bisa berkomunikasi dengan baik dengan klien. Komunikasi yang terjadi dengan klien juga lebih intens dibanding dua aktifitas sebelumnya. Namun saya bisa belajar untuk bekerja lebih on time dan juga ada perasaan bahwa waktu saya sangat berharga dan terbatas.

Sejujurnya, masih sedikit pengalaman saya di ranah ini, apa yang saya bagi ini pastinya hanyalah sekelumit saja. Namun bisa saya simpulkan menjadi freelancer membuat saya lebih sadar dengan kemampuan saya, lebih bisa belajar berbagai hal dari materi transkrip dan juga translate yang saya dapat dari klien.

Pun dengan saat saya melayani klien saya di jasa pembuatan website berbasis WordPress saya, ada bidang usaha yang sebelumnya tidak saya ketahui keberadaannya. Dan ini mebuka wawasan dan peluang baru pastinya.

Kesimpulan; Jadi freelancer harus memiliki keahian yang bisa ditawarkan dan kemampuan komunikasi yang baik. Menjadi freelancer dibayar hanya jika ada job yang selesai. Namun dengan menjadi freelancer akan menjadikan kita lebih ‘terhubung’ dengan orag lain.

Mana yang Saya Pilih? Antara Menjadi Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer?

Antara ketiga aktifitas sebagai Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer adalah aktifitas-aktifitas yang saya sukai semua. Saya tidak bisa memutuskan sekarang mana yang akan saya ambil atau tinggalkan tahun depan. Mungkin yang saya perlukan adalah ketekunan dan ketegasan saya dalam membuat dan mencapai target dari masing-masing aktifitas itu.

Saya harus membuat action plan tentang blog A harus memiliki visitor sekian ribu satu bulan, atau saya harus memiliki target berapa sales yang harus terjadi dari affiliate saya. Pun dengan apa yang harus saya lakukan dengan website-website saya yang menawarkan jasa, saya harus punya target untuk mengerjakan berapa project tiap bulannya dari klien.

Semoga dengan kesadaran ini akan membuka kesadaran dan kewaspadaan saya sepanjang tahun. Pun dengan kamu yang membaca artikel ini akan memiliki ide yang serupa dengan saya.

Silahkan dibagikan pengalaman dan idenya di kolom komentar ya 🙂

One comment Antara Menjadi Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Leave a Reply