Posted on

Jangan Install Apple iCloud! Kecuali Kalau ….

Jangan Install Apple iCloud, kecuali ....

Jangan Install Apple iCloud, kalau kamu tidak ingin kecolongan!

Di jaman yang serba online seperti sekarang memang merupakan sebuah pengalaman yang mulai wajar, saat kita menyimpan berbagai berkas di Cloud.

Sebab dengan menyimpan berkas – berkas di cloud (internet) kamu bisa mengaksesnya dari mana saja. Tidak perlu menggunakan perangkat yang sama, misal handphone, untuk mengakses foto – foto yang kita ambil dengannya.

Untuk memudahkan hal ini, Steve Jobs sudah memiliki visi tentang hal ini. Dan melengkapi produk – produknya dengan konsep serupa. Menyimpan semua isi smartphone kita, di Cloud sebagai cadangan dari penyimpanan internal iPhone.

iCloud namanya.

Jangan Install Apple iCloud, kecuali ....

Seperti yang saya tulis sebelumnya, memang sangat nyaman saat kita bisa mengakses data kita dari berbagai tempat.

Namun, untuk kasus iCloud — dan kebanyakan online storage — yang menawaran desktop client, kadang ada konsekuensi yang harus kita perhatikan, namun sering terabaikan.

Arus data!

Ya, akan selalu ada penggunaan koneksi dari iPhone ke server Apple, lalu dari server ke komputer. Bergantung dari banyaknya foto dan video yang kita miliki, misal ada 2GB data, maka paling tidak ada 4GB data yang diperlukan untuk upload lalu download lagi.

Jangan Install Apple iCloud!

Kenapa saya melarang untuk install Apple iCloud? Apakah karena kita mestinya tidak mempercayai big corporation sekelas Apple atau juga Google?

Well, mungkin. Yang pertama, kita tidak tahu pasti apakah foto – foto dan data personal kita sinkron di sana benar – benar tidak bisa diakses orang lain khan?

Yang kedua, karena penggunaan data tadi. Walau saya menggunakan Kartu Halo yang unlimited, namun saya mendapati ini adalah sebuah kegilaan saat beberapa jam saja saya menjadikan iPhone saya sebagai perangkat tethering namun jatah data bulannya 4 GB ludes semuabya 🙁

Jangan Install Apple iCloud

Screen capture itu saya ambil tanggal 13, belum genap 24 jam dari saat saya reset counter data di handphone saya.

Ternyata iCloud menguras paket data saya!

Awalnya saya heran, kanapa bisa habis data sebegitu banyaknya? Padahal saya hanya tethering beberapa jam saja.

Sampai akhirnya tadi sore saya melihat – lihat di folder iCloud yang ada di komputer! Saya menemukan semua gambar dan video saya sudah tercopy di sana. Bahkan video yang sudah saya copy sebelumnya di komputer secara manual dan menghapusnya dari iPhone.

Salah satu video yang saya ambil sebelumnya sebesar 1.6GB pantas saja dalam sekejap ada pengguaan data sebesat itu!

Apakah iCloud benar – benar ada ‘untuk user’?

Bagaimana sebuah berkas yang sudah saya hapus dari perangkatnya bisa di download dari server Apple??

Online privacy memang merupakan topik yang panas sekarang. Salah satu tempat untuk menggali data personal kita selain social media, menurut saya ya online storage seperti ini. Dari dulu sebenarnya saya relatif waspada, saya tidak pernah mensinkron kontak smartphone Android saya di server Google karena ini.

Saat memiliki iPhone, pikir saya semua hal berkaitan dengan brand Apple itu bagus dan trusted, tapi saat tahu kasus di atas, terkurasnya paket data saya. Hingga saya tahu ada berkas yang sudah dihapus di perangkat bisa di download dari server Apple saya jadi berpikir, benarkah layanan ini untuk user?

Jadi, Jangan Install Apple iCloud! Kecuali Kalau ….

Kalau kamu paling tidak punya 2 kondisi sebagai berikut;

  1. Kamu tidak peduli dengan data kamu yang ada di iCloud bisa diakses orang atau tidak, dan
  2. Kamu memiliki kuota internet full unlimited.

Perlu kamu tahu juga, bukan saya paketan dari Kartu Halo yang saya pakai yang terkuras, namun setelah saya membeli paket baru untuk MiFi Andromax saya, kasus serupa juga terjadi.

Data saya 5GB lenyap dalam semalam 🙁

Lalu solusinya, bagaimana?

Bagi yang sudah terlanjur menginstall iCloud tapi tidak memiliki paket data unlimited atau aware tentang privacy kamu, mungkin juga mempertimbangkan untuk uninstall saja.

Leave a Reply