Posted on

7 Modal Professional Blogger Keren yang Wajib Kamu Miliki!

Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Menjadi professional blogger adalah salah satu hal yang mulai banyak diperhitungkan di dunia online Indonesia, sangat jauh jika dibanding dengan saat pertama kali saya ngeblog di tahun 2007. Saat itu ngeblog hanya sekedar aktifitas pengisi waktu. Masih sangat jarang yang menjadikan aktifitas blogging sebagai sesuatu yang menghasilkan.

Berangkat sebagai seseorang yang memang gemar menulis sedari jaman masih duduk di bangku sekolah dasar, saya menemukan blogging sebagai media penyaluran ide dan hobby. Tidak berpikiran untuk menjadikannya menghasilkan, bahkan membenci blogger yang mengkomersilkan artikel tulisannya.

Namun pada akhirnya merasa semua itu bisa diterima. Tak apa bagi seorang blogger untuk memperoleh pendapatan dari blognya, karena mereka sudah invest waktu, pemikiran dan juga kreativitas.

Professional Blogger perlu perjuangan

Untuk survive selalu konsisten menulis di blog bukan hal yang mudah. Apalagi kalau artikel yang dibuat penuh manfaat, dibutuhkan pengalaman gagal dari sang blogger, yang kadang melibatkan pengeluaran untuk keperluan ini dan itu.

Modal Menjadi Professional Blogger

Namanya juga professional blogger, menjadikan blogging sebagai passion dan profesi pastinya keluar modal dulu. Kalau tidak ingin keluar modal ya ujungnya blogger cuma – cuma saja, hehehe…

Dari sana, saya sekarang sangat menghormati jika ada blogger yang bisa konsisten menghasilkan dari blog – blog yang dikelolanya. Dan saya sudah menghasilkan uang dari blog juga, meski tidak konsisten dan volumenya belum layak untuk dijadikan acuan kesuksessan.

Saya rasa kali ini tidak ada salahnya kalau saya berbagi tentang beberapa modal utama yang harus dimiliki seorang professional blogger. Berdasar kesalahan – kesalahan yang saya lakukan, dan yang saya amati dari mereka yang sudah berhasil.

Semoga nanti bermanfaat bagi pembaca blog ini yang ingin menjadikan blog sebagai pekerjaan utama, bermanfaat sebagai catatan saya pribadi untuk dibaca lagi kelak saat saya membutuhkan referensi dan doping pendongkrak semangat dan kosistensi 😀

 1. Harus bisa dan cinta menulis

Ini adalah modal yang tidak boleh ditawar lagi!

Namanya professional blogger ya harus bisa membuat konten di websitenya, harus bisa menulis dan harus mencintai menulis. Karena tidak tahu sampai kapan kita memutuskan untuk berhenti. Atau mungkinkah kita akan merasa cukup dan memutuskan berhenti.

Jika kamu sudah tidak suka menulis, jangan harap!

Kalau kamu cuma bisa copy paste artikel orang, pembaca kamu tidak akan menemukan kamu sebagai orang yang layak untuk dijadikan rujukan. Karena apa yang ada di blog kamu, bisa di dapatkan di blog orang lain juga!

Pun demikian dengan mesin pencari, ketika Google tahu tulisan kamu hasil copy – paste (dan Google sangat mahir dalam hal ini) jangan harap artikel kamu bisa ditemukan saat orang mencari topik artikel kamu itu. Dan jika kamu beri iklan AdSense, ada besar kemungkinan iklannya tidak akan muncul.

2. Harus bisa berinteraksi dengan audience dan partner

Akar dari blogging memang adalah membuat konten yang bisa dinikmati pembaca, menulis. Namun blogging pada dasarnya adalah sebuah media komunikasi, yang memungkinkan penulis dan pembacanya untuk berinteraksi. Diskusi bisa saja terjadi melalui komentar, entah itu di blog atau di social media.

Kalau blog yang kita kelola banyak artikel tutorial, saat memiliki audience yang besar, dengan puluhan artikel bisa menarik ratusan pertanyaan yang meminta jawaban. Seperti yang saya alami di blog Tutorial WordPress Lengkap.

Selain pembaca, kadang juga ada calon mitra yang menghubungi kita karena melihat peluang kerja sama yang bisa mereka lakukan dengan kita.

Sebagai seorang professional blogger, kita harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada pembaca dan partner ini. Karena dari pembaca kita semakin besar, dan dari mitra kita semakin percaya diri untuk mengelola blog kita. Semakin makmur juga pastinya kalau banyak partner 😀

3. Harus bisa berperan sebagai early adopter

Early adopter adalah mereka yang menggunakan teknologi terbaru. Yang tidak takut mencoba hal – hal yang belum banyak digunakan orang lain.

Demi apa menjadi early adopter? Tentunya agar kita bisa memberikan referensi saat nanti sebuah jasa/layanan menjadi populer. Saat banyak orang membutuhkan sumber acuan, kita sudah siap dengan apa yang mereka perlu pelajari.

Dengan begitu, kita akan menjadi sumber terpercaya, dan meningkatkan jumlah fans kita.

4. Harus tahu hal teknis dalam blogging

Semua aktivitas pasti ada sisi teknisnya. Meski kita bisa menggunakan jasa orang lain dalam beberapa hal yang terbilang rumit. Namun kita tidak ada salahnya untuk tahu basic cara kerja blog yang menjadi ‘sawah – ladang’ kita.

Buat jaga – jaga jika kita perlu mengadakan perubahan ini dan itu tidak usah menunggu lama dan menghambat perkembangan kita malahan.

Jika berkaitan dengan blogging, paling tidak bisa menggunakan CMS kita (WordPress favorit saya), tentang domain dan hosting, juga tentang pengaturan plugin plus themes.

Masih ada yang lain?

Ya, tentunya harus paham beberapa tool eksternal dalam blogging seperti layanan Google Analytics dan Seaarch Console dan yang serupa.

5. Harus punya mindset bisnis

Memiliki mindset bisnis adalah salah satu bagian integral dari menjadi professional blogger.

Berkaitan erat dengan poin nomor 2 tadi, saat ada calon partner menghubungi kita, pastinya kita akan menimbang untuk melakukan kerja sama atau tidak. Kita harus mencoba menilik peluang keuntungan dari kerja sama yang akan terjalin. Tanpa adanya mindset bisnis, kita tidak akan tahu hal ini.

Saat kita menjadi besar nanti, hal ini akan sangat dibutuhkan lagi. Karena nantinya kita dituntut untuk mulai menguasai keterampilan manajerial, untuk mengelola tim.

Tidak mungkin kita akan menjalankan semuanya sendiri terus khan? Kita perlu membangun sebuah system yang memungkinkan kita mengelola blog yang semakin besar dengan waktu yang sama terbatasnya dengan saat kita memulai.

6. Harus bisa bertransaksi online

Salah satu pengalaman saya sebagai seorang affiliate marketer yang sudah memiliki penghasilan yang hendak dikirim partner saya namun saya belum siap. Menjadikan saya harus kehilangan komisi hampir $100.

Maka dari itu, pastikan aliran dana dari akun – akun online bisa sampai dengan aman ke rekening bank kita. Jangan ragu untuk memiliki paypal verified, punya Payoneer atau paling simple punya rekening bank lokal dulu!

7. Harus bisa berbahasa Inggris

Well, kita bisa menggunakan sumber mana saja untuk inspirasi kita menulis blog. Tapi akan sangat berbeda saat kita bisa dengan lancar menelaah konten dalam bahasa Inggris.

Perbandingan ilmu yang bisa kita ambil dan jadikan bahan untuk menulis saat kita bisa memahami artikel bahasa Inggris vs bahasa Indonesia saja mungkin antara 10:1.

Dengan makin banyak referensi,maka akan menjadikan konten kita lengkap. Dengan lebih banyak pelajaran yang kita baca, makin banyak pula eksperimen yang bisa kita lakukan.

Plus, kita tidak akan takut untuk berhadapan dan bekerja sama dengan blogger lain dari belahan dunia mana saja.

6 comments 7 Modal Professional Blogger Keren yang Wajib Kamu Miliki!

  1. bisa berhubungan dengan audience dan partner salah satu modal professional blogger sih ya, soalnya kali jadi blogger yang sendirian nggak punya partner pasti lama berkembangnya tapi ya gitu kadang suka ragu mau partner saya yang udah jago2 hehehe

    1. Hehehe… kalau sama para master kita jadi silent admirer aja mas, sembari menimba ilmunya 🙂

      Kalau ga ya sama yang ‘selevel’ saja mas. Dengan siapa saja kalau kita bisa mengambil hikmah, pasti ada poin positif yang bisa kita ambil mas.

      Salam kenal, dan terima kasih buat waktu dan komentarnya mas 🙂

  2. Aku dulu awal ngeblog juga cuma iseng saja, ternyata makin kesini makin suka dan berharap bisa memonetisasi blog … meskipun banyak yang harus dipelajari, pelan2 saja hehehe

    1. Well, saya menulisnya harus bisa, tanpa kata ‘mau’. Karena kata mau seringnya masih di tawar – tawar lagi.
      ‘Harus bisa’ berarti tidak bisa di ganggu gugat dan menunjukkan pencapaian, sedang ‘mau bisa’ itu masih berusaha untuk mau supaya bisa, jadi harus mau bisa masih 2 langkah di belakang harus bisa. CMIIW 🙂

Tinggalkan Balasan