Posted on

Menjadi Professional Transcriber Indonesia Bersama Djakarta Benchmark

Blogger, Affiliate Marketer dan Freelancer

Menjadi blogger memang sudah menjadi aktivitas yang saya lakukan sejak lama, karena saya sangat suka dengan yang namanya menulis. Selama ini, sepengetahuan saya, aktivitas menulis yang paling menyenangkan, dan juga ada prospek menghasilkannya ya blogging ini.

Sampai akhirnya sesuatu yang sangat – sangat baru menghampiri saya. Sebuah akktivitas hampir serupa, namun memerlukan satu sisi dalam ngeblog yang saya miliki selama ini perlu untuk ditingkatkan, yaitu kecepatan dalam mengetik.

Menjadi Transcriber.

Adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas di benak saya sebelumnya, dan akhirnya saya bersentuhan dengan aktivitas ini minggu lalu.

Bagaimana bisa menjadi transcriber?

Akhir bulan lalu, teman lamaku, David Khoirul yang memiliki jasa voice over – Deep Indo Voice menghubungiku. Dia adalah seorang artis pengisi suara yang sangat berbakat dengan anugrah suara yang sangat keren dan komersil. Salah satu kliennya adalah HBO dan NatGeo!

Jika anda perlu jasa pengisi suara, kontak David ya!

Berikut adalah percakapan kami waktu itu, kira – kira seperti ini, ini tidak verbatim kok ๐Ÿ˜› ;

Bro apakah kau sudah pernah ke Bali?
Belum, ada apa?
Ini aku sama Alfan akan ada sebuah project nanti di Bali.
Project apaan bro?
Jadi Transcriber, tahu khan gimana bikin transkrip?
Sort of.
Kalau begitu kau harus ikut, bisa ya, tanggal 9-12 Agustus acaranya?
Gimana ya…
Halah, bisa ya?
OK deh, aku ikut ๐Ÿ™‚

Dan akhirnya kita pun melakukan berbagai macam percakapan lanjutan di grup WA tentang kegiatan yang akan kita lakukan di sana nantinya.

Awalnya saya merasaย tidak PD dalam hal ini, karena setelah melakukan googling di sana dan di situ saya melihat kalauย menjadi transcriber itu tidak hanya butuh kecepatan dalam mengetik, tetapi juga harus bisa paham apa yang diucapkan sang speaker beserta konteks diskusi yang sedang berlanjut.

Saya merasa minder karena sudah beberapa bulan belakangan saya mengalami kemunduran dalam menulis, hingga intensitas menulis dan kecepatan jemari saya dalam menari di atas keyboard sudah agak menurun.

Di tambah lagi, acara dimana kami berperan menjadi transcriber ini adalah acara bidang hukum, yang menurut beberapa artikel yang saya baca sebelumnya, bidang hukum merupakan sebuah bidang yang sulit bagi para transcriber, sama dengan bidang kesehatan.

Sungguh ini adalah sebuah momen dimana saya merasa bukan apa – apa dan perlu banyak belajar, beneran!

Berangkat ke Bali

Well, ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Bali, sebenarnya sih agak penasaran juga ingin tahu Bali sejak lama, tapi belum ada waktu (waktu = uang, hehe…).

Mungkin November nanti saya baru ke bali kalau tidak diajak untuk bergabung dalam team saya dari Djakarta Bechmark ini.

Dan hari Senin pagi pun saya berangkat akhirnya, dari bandara Adi Sucipto, Jogjakarta. Perjalanan lancar, kita langsung berkumpul di bandara Ngurah Rai, dan saat itulah nama – nama yang sebelumnya dikenal dalam benak sebagai sosok imajiner berubah jadi perwujudan teman – teman baru.

Jujur, saya agak grogi pertama kali ngumpul dengan teman – teman baru ini. Karena sebelumnya saya hanya kenal in person dengan David dan Mbak Radite yang pernah ketemu dalam kunjungan saya ke Jakarta sebelumnya. Ada sih teman baru yang sudah bareng dari Jogja juga yang selama ini kontak via Facebook, tapi beda lah pastinya.

You know lah, saya orang udik, anak desa yang dalam keseharian saya tidak suka untuk bergaul, kongkow dengan banyak orang. Jadi saat bertemu wajah – wajah baru dengan tipikal anak ibu kota yang punya tingkat percaya diri tinggi dan gaya bicara seperti agen MLM anak pejabat saya langsung memilih untuk lebih banyak diam dan memperhatikan.

Konferensi AACC 2016

AACC adalah singkatan dari Association of Asian Constitutional Courts and Equivalent Institutions, buat yang belum tahu. Yaitu sebuah asosiasi bagi mahkamah konstitusi dan lembaga setara di seluruh Asia, walau beberapa delegasi di luar wilayah ini juga ada, termasuk Rusia dan juga beberapa negara Afrika.

Acara ini pada akhirnya melahirkan Bali Declaration, sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan dan melindungi hak konstitusional warga negara.

Basically, apa yang kita lakukan sama saja dengan kegiatan transcribe pada umumnya, cuma acaranya yang membuat kami awalnya agak nervous. Acara internasional di Nusa Dua Bali, wow banget deh, buat anak dusun seperti saya ๐Ÿ˜€

MK menghendaki setelah acara nanti selesai, semua diskusi selama pertemuan dan kongres sudah bisa dibagikan kepada delegasi dalam bentuk buku, jadi apa yang hari itu disampaikan harus selesai transcribe-nya hari itu juga.

Professional Transcriber Indonesia by Djakarta Benchmark

Hari pertama kami masih mengalami berbagai kendala, tim masih belum bisa mendapatkan flow yang enak dan juga ada kesalahan teknis dari tim recording rekaman menjadikan suasana sempat tegang.

Rasanya hari itu capek banget. Fokus di depan komputer seharian, pulang sampai malam karena paling cepat transcribe yang kita lakukan selesai 30 menit setelah rekaman kami terima, belum menunggu di edit oleh editor kami. Walau kami sudah menggunakan sebuah website yang sangat berguna untuk membuat transcribe.

Semakin hari, kami semakin akrab dan dalam bekerja juga sudah tidak sungkan untuk menyampaikan ide yang dimiliki, sehingga mulai hari kedua dan seterusnya kita sudah bisa bekerja dengan suasana yang menyenangkan.

Dah, gitu saja, takut kepanjangan ceritanya.

Keluarga baru Djakarta Benchmark

Djakarta Benchmark adalah sebuah penyedia jasa translasi, interpreting dan juga transcribe yang berasal dari Jakarta, pastinya, kan namanya seperti itu.

Bergabung dalam tim ini menjadikan saya merasa mendapat keluarga baru, lebih dari sekedar teman karena kehangatan dalam setiap kesempatan kita ketemu dan ngobrol saat istirahat bisa menyangkut apa saja, tidak terasa kaku apalagi formal.

Tim Transcriber Professional Djakarta Bechmark dalam AACC 2016
Tim Transcriber (Risalah AACC) bersama Pak Wiryo dari MK dan Mas Ari, Lay Outer Risalah.

Kebanyakan tim juga terdiri dari pemuda – pemuda enerjik yang cerdas dan bersemangat, dan yang sudah lebih berumur juga tidak kalah gaulnya plus banyak pengalaman dan pemahaman dalam bahasa Inggris, saya yang biasa – biasa saja.

Selepas acara terakhir, kita masih bisa ngobrol jika satu anggota bertemu yang lainnya, bahkan sampai tengah malam. Esoknya saya dan David ditemani Nurdin bahkan sempat jalan – jalan di pantai dan mengambil beberapa foto juga video, momen terakhir yang kita berusaha manfaatkan sebaik mungkin, sepanjang pertemanan kami, tak banyak waktu untuk bisa sharing sepanjang ini.

Pulang ke Jogja dengan semangat baru

Saya akhirnya meninggalkan Bali sekitar jam 2 siang hari Sabtu, beberapa teman sudah ada yang pulang pagi, tapi juga ada yang melanjutkan perjalanannya sendiri, dan yang masih tinggal juga masih banyak.

Kenangan seminggu di Bali bersama tim ini sungguh tidak mudah untuk di buang, terlalu menyenangkan kalau diingat ๐Ÿ˜€ Bahkan mungkin bisa dibilang life changing, yang jelas membuat mata saya terbuka untuk mengubah kehidupan dengan cara yang selama ini kurang saya perhatikan.

Dengan berusaha untuk melakukan hal – hal yang pada dasarnya kita cintai dan kita akan senang dalam melakukannya. Bagi saya transcribing merupakan salah satu hal yang setelah mencobanya saya merasa ini adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan.

Bahkan saking semangatnya saat masih di sana saya menghubungi tim rainmaker.fm untuk mentranscribe podcast mereka. Semoga ada kabar baik nanti deh, lama tidak dapat pemasukan $$ ๐Ÿ˜†

Rasanya sangat benar isi quote berikut;

Doing what you really love, it’s like nothing can stop you. You will never feel that you did enough.

Sumber: facebook.

Sekembali dari Bali ini, saya jadi berpikiran untuk lebih membuka diri pada dunia luar, melihat lebih banyak peluang yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya seperti menjadi transcriber atau translation tadi.

Sekarang semakin banyak konten video dan audio streaming di internet, bagi pemilik website yang ingin websitenya memiliki posisi bagus di pencarian Google, menyertakan versi text dari konten tersebut yang bisa diindex Google adalah kewajiban! Menjadikan kebutuhan akan jasa transcriber juga akan meningkat, it just inevitable.

Terima kasih banyak jika anda membaca sampai baris ini, saya tahu ini panjang dan mungkin tidak ada satu actionable tips yang bisa anda ambil kecuali untuk tidak takut mencoba hal – hal baru.

Sekembalinya dari event ini saya merasa perlu menambahkan satu item lagi dalam daftar kompetensi item yang layak digeber, seorang Transcriber Professional Indonesia :mrgreen: Padahal sebelumnya sama sekali tidak terpikir tentang transcribing.

Selamat malam, semoga hari anda esok penuh berkah, manfaat dan juga menyenangkan. Bye!

13 comments Menjadi Professional Transcriber Indonesia Bersama Djakarta Benchmark

    1. Iya mas, saya jarang lihat – lihat dan mantengin sih, tapi sebagian besar memang keren, seperti berbagai produk Copyblogger Media lainnya.

      Semoga mas Aan juga akan mendapat kabar – kabar baik setelah membaca artikel ini ๐Ÿ˜€

    1. Ya minimal kita punya kosakata yang lengkap, jadi saat mendengarkan diskusi yang ada bisa langsung paham dan lancar dalam menuliskan semua percakapannya ๐Ÿ™‚

    1. Saya sendiri membuka jasa transkrip wawancara beberapa bulan lalu mas, kalau untuk melamar sepertinya tidak deh, belum dapat dijadikan pekerjaan tetap deh, cuman sambilan saja sih ๐Ÿ™‚

  1. mas,. jika pakai otranscribe, file audio kita tersimpan disistem otranscribe jg kah mas?
    mau coba verbatim tp software ini tp takut,
    krn data nya confidential

  2. kalau mau daftar jadi transciber dimana ya om, selama ini saya cuman bantu sodara saya tapi gak pernah tau dikirim kemana hasil transcib saya,, terimakasih sebelumnya

    1. Dari pengalaman saya sih transkrip memang cenderung tidak senampak beberapa bidang lainnya yang bisa memberikan posisi tetap kepada seorang anggota team. Jadi ya dicoba saja kontak2 ke website-website penyedia jasa transkrip ini, siapa tahu kalau ada job bisa dihubungi dan kebagian kerjaan ๐Ÿ™‚

Leave a Reply