Posted on

Review Film Deadpool; Drama Percintaan dalam Balutan Komedi dan Laga

Deadpool movie Review - fight scene toll

Well, mungkin kamu langsung tidak terima kalau Deadpool saya sebut drama. Tapi memang demikian lah inti cerita dari film ini.

Drama, percintaan pula? Yah mau tidak mau, begitulah sang tokoh utama menyebut film ini, sebuah film tentang cinta, bukan sebuah film tentang super hero. Karena memang dalam perkembangan alur ceritanya tidak ada ‘rakyat kecil’ yang dibela dalam film ini.

Bahkan kalau dilihat secara simplistic dari alur ceritanya, film ini tidak ubahnya seperti kebanyakan sinetron Indonesia. Seseorang merasa hidup dan perjalanan cintanya dirusak oleh tokoh antagonis, kemudian dia mencari di mana pelaku kejahatan tersebut berada dan melakukan pembalasan.

That’s it. End of the story.

Review Film Deadpool; Bukan Film Hero Anak – Anak

Kalau dilihat dari pengerjaan film, efek cinematografi dan juga sound effect yang ada, Deadpool sangatlah apik pengerjaannya.

Dalam keseluruhan filmnya, Deadpool merupakan sebuah film yang renyah, penuh dialog dewasa yang membuat tertawa dan adegan lucu seperti Deadpool tangan dan kakinya bengkok karena menendang Colossus si manusia besi, ketinggalan senjata di taksi, hingga Ryan Reynolds yang menyebut dirinya sendiri.

Karena guyonan yang kadang menggunakan bahasa dan adegan isyarat orang dewasa yang berkaitan dengan sex, film Deadpool ini bukanlah sebuah film yang sesuai untuk anak – anak.

Alur Cerita Deadpool

Film ini diawali dengan sebuah scene yang menampilkan orang, kendaraan, dan berbagai hal melayang – layang dengan kamera berputar dari berbagai angle sembari sesekali muncul teks credit dari film yang tidak biasa, jujur sekaligus kocak dalam menjelaskan tokoh dan crew pembuat film.

Ryan Reynolds, sang pemeran Deadpool digambarkan sebagai ‘God’s Perfect Idiot‘ (Orang idiot paling sempurna ciptaan tuhan), Director film ini dijuluki ‘An Overpaid Tool‘ dan penulis naskahnya adalah ‘The Real Heroes Here‘ (pahlawan yang sesungguhnya).

Kemudian cerita sesungguhnya baru dimulai dari saat Deadpool menumpang sebuah taksi dengan sopir Dopinder, seorang India yang kalah bersaing dari saudara sepupunya dalam urusan cinta. Yah memang agak melankolis dan lebay, Deadpool memberikan sedikit advise tentang percintaannya kepada Dopinder sebelum minta berhenti di tengah jalan layang sambil menunggu musuhnya melintas di bawahnya.

Setelah melihat rombongan musuhnya melintas di jalan yang ada di bawahnya dia terjun langsung masuk dalam mobil yang mengangkut beberapa musuhnya dan menghajar siapa saja yangada di mobil hingga mobil terbalik tak karuan arahnya.

Deadpool movie Review - fight scene toll

Disana langsung ditampilkan kekocakan Deadpool dalam menghadapi musuhnya dengan dialog yang lucu dan ekspresi yang aneh, bahkan mendekati konyol.

Dengan 12 peluru yang dibawanya, akhirnya dia bisa menghabisi musuhnya yang jumlahnya jauh lebih banyak. Sembari menghajar musuhnya, dengan permainan kamera yang slow, dia mulai menceritakan hakikat film tersebut yang bukan film super hero, melainkan sebuah cerita percintaan.

Lalu dia mulai mengawali ceritanya hidupnya sebagai penjahat bayaran yang baik hati. Termasuk pertemuannya dengan Vannessa, gadis cantik yang juga mencintainya.

Saat bisa menjatuhkan musuh utamanya, Ajax, dengan cara menusuknya dengan pedang di bahu jalan tiba – tiba 2 tokoh murid Prof. Xavier (ya, prof botak dalam X-Men) datang. Mereka berdua mengajaknya bergabung dan tidak menyia – nyiakan kemampuannya. Namun Deadpool menolaknya dan dihajar.

Flashback cerita berlanjut lagi saat diketahui bahwa Deadpool mulai mengetahui adanya kanker pada dirinya. Kemudian dia bertemu dengan Agen Smith yang menjanjikannya untuk menghilangkan penyakitnya sekaligus menjadikannya super hero.

Namun ternyata semua tak seperti yang diharapkannya, apa yang disangkanya sebagai sebuah program yang baik ternyata tak lebih dari sebuah percobaan oleh seorang ilmuwan yang ‘gila’.

Justru dia dijadikan mutant dan menjadikan wajah dan sekujur tubuhnya tidak seperti manusia normal. Walau memang dia jadi memiliki kemampuan untuk sembuh seketika saat mendapat luka separah apa pun. Menjadikannya seperti manusia yang tidak bisa mati.

Deadpool Review
Angel, Wade, Ajax

Karena siksaan yang diterimanya dan kebenciannya dengan Ajax, dia bertekat untuk menemukannya dan menghabisinya. Karena apa yang dialaminya telah menjadikannya tak bisa mendekati gadis yang di sayanginya, Vannessa.

Review film deadpool
Fight Scene Deadpool vs Ajax

Akhir cerita cinta Wade Wilson

Bagaimana akhir cerita cinta pahlawan super yang patah hati ini? Apakah Wade Wilson bisa kembali bersama dengan Vannessa? Dan berapa puluh lagi kekocakan dan kekonyolan yang akan kamu temukan dalam film Deadpool ini?

Simak saja filmnya langsung di bioskop. Jangan ajak adek kecil kamu yang di bawah 18 tahun tapi ya!

Sebagai penutup artikel ini, simak saja trailernya dulu, barang kali bisa membantu menebak – nebak 😀

Semoga berguna.

Leave a Reply